Home ยป Islam Penulis Taufiq F Ditayangkan 10 Oct 2019 Hutang piutang - Image from piutang secara umum merupakan uang yang dipinjam dari orang lain dan yang dipinjamkan kepada orang lain. Hutang piutang dalam islam artinya memberikan sejumlah uang atau barang kepada seorang yang orang yang mungkin tidak bisa menghindari yang namanya hutang piutang. kebutuhan dan kekuatan finansial memaksakan kita untuk berhutang. Tidak juga terjadi pada orang kurang mampu namun terjadi juga pada orang yang mampu. Rasanya hampir semua orang mampu memiliki hutang. Sedangkan untuk hutang piutang dan harus disertai tambahan saat pelunasan hukumnya bagaimana? Islam membolehkan hutang piutang namun ada ketentuan-ketentuan dan adab yang berlaku Untuk itu wajib baca akan membahas mengenai hutang piutang menurut islam berikut ini Hutang Piutang Hutang sendiri adalah kewajiban yang harus ditunaikan kepada pihak lain. Hutang merupakan janji dan janji adalah hutang. Itulah arti sederhana dari hutang. Pemilik hutang adalah orang yang memiliki untuk piutang adalah orang yang memiliki hak atas adanya kewajiban dari pihak lain. Sederhananya, piutang adalah lawan makna dari hutang. Pemilik piutang adalah pihak yang memiliki hak yang belum ditunaikan oleh pemilik syariat islam, hutang piutang adalah suatu bahasan muamalah transaksi non ritual ibadah. Dalam logika fikih muamalah, berlaku kaidah boleh melakukan apa saja sampai ada dalil larangannya. Inilah prinsip utama yang harus dipahami sebelum membahas hutang pelarangannya akan dijelaskan pada hukum hutang piutang dalam islam berikut Hutang Piutang Dalam Al QuranHukum hutang piutang sangat fleksibel artinya tergantung bagaimana situasi dan keadaan yang terjadi. Dalam agama islam, disebutkan dari beberapa dalil tentang hukum hutang piutang dan selama bertujuan baik untuk membantu atau mengurangi kesusahan maka hukumnya jaiz atau firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 245 yang artinya โ Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik menafkahkan hartanya dijalan Allah, maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan rezeki dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.โ QS Al-Baqarah [2] 245Bahkan di jaman sekarang ini, banyak orang yang memanfaatkan hutang piutang dengan mengambil riba, hukum riba dalam islam sangat di haramkan karena tidak sesuai dengan syari'at islam. Hukum riba dalam islam yang perlu anda ketahui Baca Pengertian Riba dan Macam-Macam Riba serta Hukumnya yang Wajib Muslim Tahu ๏ปฟBahkan Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 275 yang artinya โโฆ.Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan ribaโฆ.โ QS Al-Baqarah [2] 275Dan Allah juga berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 130 artinyaโ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan ribaโฆโ QS Ali-Imran [3] 130Berhutang sendiri bukan merupakan dosa dan bukan perbuatan yang tercela, jika seseorang yang berhutang tersebut menggunakan apa yang di hutangnya sesuai dengan kebutuhannya. Namun, dalam hal ini islam juga tidak membenarkan untuk gemar berhutang dan tidak mengendalikan diri untuk selalu berhutang. Sebelum gemar menghutang anda perlu memahami hukum tidak membayar hutang Baca Awas!! Menunda-Nunda Membayar Hutang, Perbuatan yang Sangat di Benci AllahKarena hal ini akan mengarahkan kepada perbuatan mungkar. Dan orang yang terlilit hutang secara otomatis akan menjadi orang yang ingkar janji dan selalu Hutang Piutang Berikut ini adab melakukan hutang piutang dalam islam yang dapat anda pahamiDi adakan perjanjian hitam di atas putih atau tertulis serta adanya saksi yang bisa yang memberikan hutang atau pinjaman tidak menerima keuntungan atas apa yang telah yang berhutang berniat melunasi hutangnya dan harus membayar hutangnya dengan cara yang benar yaitu membayar dengan harta atau benda yang salam halalnya dengan apa yang pada seseorang yang mempunyai penghasilan yang halal dan orang tersebut merupakan orang yang hutang piutang yang disertakan dengan jual ada keterlambatan dalam melunasi hutang maka beritahukanlah pihak yang memberikan harta pinjaman dengan baik dan yang memberikan pinjaman boleh menangguhkan hutang apabila pihak yang berhutang memiliki kesulitan dalam melunasi hutang piutang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan hutang, dibawah ini penjelasannyaSyarat Hutang Piutang Dalam IslamBenda atau harta yang dijadikan hutang bersifat jelas dan murni serta merupakan sesuatu yang halalSi peminjam atau pihak yang berhutang berniat untuk mendapatkan ridho Allah dengan menggunakan hutangnya secara baik dan yang memberikan pinjaman atau hutang tidak akan mengungkit-ngungkit permasalahan hutang piutangnya serta tidak akan menyakiti sesorang yang diberi pinjaman atau yang memberikan riba atau tidak memberi keuntungan atas barang atau uang yang dihutangkan kepada pihak yang memberikan hutang piutang, juga ada bahaya yang disebabkan oleh kegiatan tersebut. Karena hutang bisa dikatakan merupakan hal yang sangat sensitif antara hubungan manusia yang satu dengan yang islam memperbolehkan hutang piutang dalam kehidupan namun dengan adab-adab yang sudah disebutkan di atas. Berikut bahaya kebiasaan Kebiasaan Berhutang1. Dapat menyebabkan stressSeseorang yang berhutang sudah pasti akan mengalami stress dan akan merasakan ketidaknyamanan dalam kesehariannya. Ketika seseorang memutuskan untuk berhutang sudah pasti dia akan memikirkan hutangnya. Bagaimana cara melunasinya dan Dapat merusak akhlakOrang yang memiliki kebiasaan berhutang maka akhlaknya akan rusak. Sebagai umat islam hendaknya tau mengenai akhlak dalam islam. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut iniโHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan ribaโฆโ QS Ali-Imran [3] 130Untuk lebih memahami akhlak dalam islam Baca Hadist Tentang Akhlak yang Bisa Dijadikan Pedoman Hidup Menuju Kebaikan3. Mendapatkan hukuman seperti seorang pencuriJika berhutang kemudian dapat melunasinya, maka itu adalah perbuatan yang baik dan termasuk adab berhutang. Pahamilah bahaya hutang dalam islam dampaknya bisa fatal bagi diri si orang yang terlibat berhutang ketahui bahaya hutang dalam islam Baca Bahaya Berhutang Itu Tidak Hanya Di Dunia Tapi dibawa Sampai Akhirat !Lalu bagaimana dengan orang yang tidak dapat melunasi hutangnya bahkan tidak berniat melunasinya? Sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah maka orang tersebut akan mendapatkan hukum layaknya seorang pencuri. โ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan ribaโฆโ QS Ali-Imran [3] 1304. Jika dia meninggal jenazahnya tidak akan dishalatkanPada zaman Rasulullah SAW, saat itu ada seseorang yang meninggal dengan meninggalkan hutang yang belum terbayarkan serta tidak menyisakan sedikitpun hartanya untuk melunasi kasus yang demikian maka beliau tidak menshalatkan jenazah orang tersebut hingga datang salah satu sahabat yang mau melunasi hutang jenazah yang bersangkutan. Baru kemudian beliau menshalatkan jenazah Tidak akan terampuni dosanya sekalipun meninggal dalam keadaan syahidSeseorang yang memiliki hutang dan tidak bisa atau bahkan tidak berniat melunasinya maka dosanya tidak akan diampuni oleh Allah SWT, sekalipun orang itu telah meninggal dalam keadaan syahid. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinyaโHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan ribaโฆโ QS Ali-Imran [3] 130Demikianlah penjelasan mengenai hutang piutang menurut islam yang dapat disampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua. islam hutang piutang hutang piutang dalam islam hutang piutang adalah hutang piutang menur
Dasarhukum utang piutang (al-qard}) Berikut dasar hukum yang memperbolehkan utang piutang: a. Dasar hukum al-Qur'an barang dagangan, dan barang yang dihitung. Atau dengan perkataan maka barang yang dijadikan objek dalam hutang piutang harus memenuhi beberapa syarat : 1) Merupakan benda yang bernilai yang mempunyai persamaan dan
๏ปฟ1. Pengertian Hutang Piutang. Utang piutang adalah memberikan sesuatu kepada seseorang dengan perjanjian bahwa dia akan mengembalikan sesuatu yang diterimanya dalam jangka waktu yang disepakati. Utang piutang disebut dengan โdainโ ุฏูู. Istilah โdainโ ุฏูู ini juga sangat terkait dengan istilah โqardโ ูุฑุถ yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan pinjaman. 2. Hukum dan Dalil Utang Piutang. Hukum memberi utang piutang bersifat fleksibel tergantung situasi dan kondisi, yaitu a. Hukum orang yang berhutang adalah mubah boleh sedangkan orang yang memberikan hutang hukumnya sunah sebab ia termasuk orang yang menolong sesamanya. b. Hukum orang yang berhutang menjadi sunah dan hukum orang yang menghutangi menjadi wajib, jika peminjam itu benar-benar dalam keadaan terdesak, misalnya hutang beras bagi orang yang kelaparan, hutang uang untuk biaya pengobatan dan lain sebagainya, maka Rasulullah saw bersabda ู
ูุง ู
ููู ู
ูุณูููู
ู ููุถูุฑูุถู ู
ูุณูููู
ูุง ููุฑูุถูุง ู
ูุฑููุชููููู ุฅููุงูู ููุงูู ููุตูุฏูููุชูููุง ู
ูุฑููุฉู ุฑูุงู ุงุจู ู
ุงุฌู Artinya "Tidak ada seorang muslim yang memberi pinjaman kepada seorang muslim dua kali kecuali seolah-olah dia telah bersedekah kepadanya dua kali". HR. Ibnu Majah c. Hukum memberi hutang bisa menjadi haram, misalnya memberi hutang untuk hal-hal yang dilarang dalam ajaran Islam seperti untuk membeli minuman keras, menyewa pelacur dan sebagainya. Adapun yang menjadi dasar hutang piutang dapat dilihat pada ketentuan Al-Qurโan dan Al-Hadits, dalam Al-Qurโan terdapat dalam surat Al-Maidah ayat 2 yang berbunyi โฆููููุง ุชูุนูุงูููููุง ุนูููู ุงููุฅูุซูู
ู ููุงููุนูุฏูููุงูู ููุงุชูููููุง ุงูููููู ุฅูููู ุงูููููู ุดูุฏููุฏู ุงููุนูููุงุจู โโฆDan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." QS. al-Maidah 2 Dalam hutang piutang dilarang memberikan syarat dalam mengembalikan hutang. Contoh Fatimah menghutangi Ahmad Rp. dalam waktu 3 bulan Ahmad harus mengembalikan hutangnya menjadi Tambahan ini termasuk riba tidak halal. Tetapi jika tambahan ini tidak disyaratkan waktu aqad tetapi sukarela dari peminjam sebagai bentuk terima kasih, maka hal ini tidak termasuk riba bahkan dianjurkan. Rasulullah bersabda ุนููู ุงูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ููุงูู ุงูุณูุชูููุฑูุถู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุณูููุง ููุงูุนูุทูู ุณูููุง ุฎูููุฑูุง ู
ููู ุณููููุฉู ููููุงูู ุฎูููุงุฑูููู
ู ุงูุญูุงุณูููููู
ู ููุถูุงุกู ๏ดฟ๏บฎ๏ปฎ๏บ๏ปฉ๏บ๏บค๏ปค๏บช ๏ปฎ๏บ๏ป ๏บ๏บญ๏ปค๏ปด๏ปง๏ปฏ ๏ปฎ๏บผ๏บค๏บค๏ปช Artinya โDari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah SAW telah berhutang binatang ternak, kemudian Beliau membayar dengan binatang yang lebih besar umurnya dari binatang yang Beliau pinjam itu, dan Rasulullah bersabda Orang yang paling baik di antara kamu adalah orang yang dapat membayar hutangnya dengan yang lebih baik.โ HR. Ahmad At-Turmudzi dan telah menshohehkannya. 3. Beberapa Ketentuan dalam Hutang Piutang. Dalam kehidupan bermasyarakat, sering terjadi pertikaan antar warga. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman merekatentang ketentuan utang piutang yang seharusnya. Untuk menghindari perselisihan yang tidak diinginkan, maka kedua belah pihak perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut a. Hutang piutang harus ditulis dan dipersaksikan. Dalilnya firman Allah Swt ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ุฅูุฐูุง ุชูุฏูุงููููุชูู
ู ุจูุฏููููู ุฅูููู ุฃูุฌููู ู
ูุณูู
ููู ููุงููุชูุจูููู ููููููููุชูุจู ุจูููููููู
ู ููุงุชูุจู ุจูุงููุนูุฏููู Artinya โHai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuโamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar.โ. QS. Al-Baqarah 282 b. Pemberi hutang atau pinjaman tidak boleh mengambil keuntungan atau manfaat dari orang yang berhutang. Kaidah fikih berbunyiููููู ููุฑูุถู ุฌูุฑูู ููููุนูุง ูููููู ุฑูุจูุง Artinya โSetiap hutang yang membawa keuntungan, maka hukumnya ribaโ. Hal ini terjadi jika salah satunya mensyaratkan atau menjanjikan penambahan. c. Melunasi hutang dengan cara yang baik. Hal ini sebagaimana hadits berikut ini ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู โ ุฑุถู ุงููู ุนูู โ ููุงูู ููุงูู ููุฑูุฌููู ุนูููู ุงููููุจูููู โ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
โ ุณูููู ู
ููู ุงูุฅูุจููู ููุฌูุงุกููู ููุชูููุงุถูุงูู ููููุงูู โ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
โ ุฃูุนูุทูููู ยป . ููุทูููุจููุง ุณูููููู ุ ููููู
ู ููุฌูุฏููุง ูููู ุฅููุงูู ุณููููุง ููููููููุง . ููููุงูู ุฃูุนูุทูููู ยป . ููููุงูู ุฃูููููููุชูููู ุ ูููููู ุงูููููู ุจููู . ููุงูู ุงููููุจูููู โ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
โ ุฅูููู ุฎูููุงุฑูููู
ู ุฃูุญูุณูููููู
ู ููุถูุงุกู ยป Dari Abu Hurairah ra., ia berkata โNabi mempunyai hutang kepada seseorang, yaitu seekor unta dengan usia tertentu. Orang itupun datang menagihnya. Maka beliaupun berkata, โBerikan kepadanyaโ kemudian mereka mencari yang seusia dengan untanya, akan tetapi mereka tidak menemukan kecuali yang lebih berumur dari untanya. Nabi pun berkata โBerikan kepadanyaโ, Dia pun menjawab, โEngkau telah menunaikannya dengan lebih. Semoga Allah swt. membalas dengan setimpalโ. Maka Nabi saw. bersabda, โSebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam pengembalian hutangโ. HR. Bukhari d. Berhutang dengan niat baik dan akan melunasinya ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู โ ุฑุถู ุงููู ุนูู โ ุนููู ุงููููุจูููู โ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
โ ููุงูู ู
ููู ุฃูุฎูุฐู ุฃูู
ูููุงูู ุงููููุงุณู ููุฑููุฏู ุฃูุฏูุงุกูููุง ุฃูุฏููู ุงูููููู ุนููููู ุ ููู
ููู ุฃูุฎูุฐู ููุฑููุฏู ุฅูุชููุงูููููุง ุฃูุชููููููู ุงูููููู ยป Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Nabi saw. bersabda โBarangsiapa yang mengambil harta orang lain berhutang dengan tujuan untuk membayarnya mengembalikannya, maka Allah akan tunaikan untuknya. Dan barangsiapa mengambilnya untuk menghabiskannya tidak melunasinya, pent, maka Allah akan membinasakannyaโ. HR. Bukhari e. Tidak berhutang kecuali dalam keadaan darurat atau mendesak. Maksudnya kondisi yang tidak mungkin lagi baginya mencari jalan selain berhutang sementara keadaan sangat mendesak, jika tidak akan kelaparan atau sakit yang mengantarkannya kepada kematian, atau semisalnya. f. Jika terjadi keterlambatan karena kesulitan keuangan, hendaklah orang yang berhutang memberitahukan kepada orang yang memberikan pinjaman. Karena hal ini termasuk bagian dari menunaikan hak yang menghutangkan. Janganlah berdiam diri atau lari dari si pemberi pinjaman, karena akan memperparah keadaan, dan merubah hutang, yang awalnya sebagai wujud kasih sayang, berubah menjadi permusuhan dan perpecahan. g. Bersegera melunasi hutang. Orang yang berhutang hendaknya ia berusaha melunasi hutangnya sesegera mungkin tatkala ia telah memiliki kemampuan untuk mengembalikan hutangnya itu. Sebab orang yang menunda-menunda pelunasan hutang padahal ia telah mampu, maka ia tergolong orang yang berbuat zhalim. Sebagaimana hadits berikut ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู โ ุฑุถู ุงููู ุนูู โ ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู โ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
โ ููุงูู ู
ูุทููู ุงููุบูููููู ุธูููู
ู ุ ููุฅูุฐูุง ุฃูุชูุจูุนู ุฃูุญูุฏูููู
ู ุนูููู ู
ูููููู ููููููุชูุจูุนู ยป Dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda โMemperlambat pembayaran hutang yang dilakukan oleh orang kaya merupakan perbuatan zhalim. Jika salah seorang kamu dialihkan kepada orang yang mudah membayar hutang, maka hendaklah beralih diterima pengalihan tersebutโ. HR. Bukhari Muslim. h. Memberikan Penangguhan waktu kepada orang yang sedang kesulitan dalam melunasi hutangnya setelah jatuh tempo. Allah Swt. berfirmanููุฅููู ููุงูู ุฐูู ุนูุณูุฑูุฉู ููููุธูุฑูุฉู ุฅูููู ู
ูููุณูุฑูุฉู ููุฃููู ุชูุตูุฏูููููุง ุฎูููุฑู ููููู
ู ุฅููู ููููุชูู
ู ุชูุนูููู
ูููู Artinya โDan jika orang yang berhutang itu dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. dan menyedekahkan sebagian atau semua utang itu, lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.โ QS. Al-Baqarah 280. Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang pengertian hutang piutang, hukum hutang piutang, dalil hutang piutang dan ketentuan hutang piutang dalam Islam. Sumber Buku Fiqih Kelas IX MTS Kementerian Agama Republik Indonesia, 2015. Kunjungilah selalu semoga bermanfaat. Aamiin.
4 5 Feb Diterima pengembalian barang dagangan dari PD Michu sebesar Rp500.000,- karena barang tidak sesuai dengan pesanan 5 6 Feb Dijual barang dagangan kepada PD Sukma Rp1.000.000,- tunai 6 7 Feb Dijual barang dagang kepada PD Melati sebesar Rp2.000.000,-dengan syarat EOM nomor faktur 225 7 8 Feb Diterima pelunasan dari PD Melati sebesar Rp1
Penjualan barang atau jasa adalah merupakan sumber pendapatan perusahaan. Dalam melaksanakan penjualan kepada para konsumen,perusahaan dapat melakukannya secara tunai atau secara kredit. Sudah barang tentu perusahaan akan lebih menyukai jika transaksi penjualan dapat dilakukan secara tunai, karena perusahaan akan segera menerima kas dan kas tersebut dapat segera digunakan kembali untuk mendatangkan pendapatan selanjutnya. Piutang usaha dapat berupa tagihan yang timbul karena penjualan barang dagangan dan jasa atau penjualan aktiva lainnya yang dilakukan secar kredit dan transaksi โ transaksi lain. Pada umumnya piutang timbul akibat dari transaksi penjualan barang dan jasa perusahaan, dimana pembayaran oleh pihak yang bersangkutan baru akan dilakukan setelah tanggal transaksi jual beli. Mengingat piutang merupakan harta perusahaan yang sangat likuid maka harus dilakukan prosedur yang wajar dan cara-cara yang memuaskan dengan para debitur sehingga perlu disusun suatu prosedur yang baik demi kemajuan perusahaan. Kesepakatan yang melahirkan hubungan keperdataan dalam hal ini utang piutang, tentu menjadi undang-undang kepada para pihak sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1338 KUHPerdata yang berbunyi sebagai berikut โSemua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya.โ Apabila seseorang tidak melunasi hutangnya, maka dia telah melakukan perbuatan cidera janji atau wanprestasi. Pasal 1243 KUHPerdata, menyatakan โPenggantian biaya, rugi dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, setelah dinyatakan lalai memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya, hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya. Sesuai Pasal 1243 KUPerdata, bahwa seseorang dinyatakan melakukan telah melakukan cidera janji atau wanprestasi apabila tidak memenuhi kewajiban yang diwajibkan kepadanya padahal tenggang waktu yang diberikan kepadanya untuk melakukan kewajiban tersebut telah lewat. Menurut R. Subekti mengemukakan bahwa โwanprestasiโ itu adalah kelalaian atau kealpaan yang dapat berupa 4 macam yaitu Tidak melakukan apa yang telah disanggupi akan dilakukannya. Melaksanakan apa yang telah diperjanjikannya, tetapi tidak sebagai mana yang diperjanjikan. Melakukan apa yang diperjanjikan tetapi terlambat. Melakukan suatu perbuatan yang menurut perjanjian tidak dapat dilakukan. Yahya Harahap mendefinisikan wanprestasi sebagai pelaksanaan kewajiban yang tidak tepat pada waktunya atau dilakukan tidak menurut selayaknya. Sehingga menimbulkan keharusan bagi pihak debitur untuk memberikan atau membayar ganti rugi schadevergoeding, atau dengan adanya wanprestasi oleh salah satu pihak, pihak yang lainnya dapat menuntut pembatalan perjanjian. Sesuai Pasal 1267 KUHPerdata bahwa โPihak terhadap siapa perikatan tidak dipenuhi, dapat memilih apakah ia, jika hal itu masih dapat dilakukan, akan memaksa pihak yang lain untuk memenuhi perjanjian, ataukah ia akan menuntut pembatalan perjanjian, disertai penggantian biaya kerugian dan bunga.โ Demikian artikel singkat tentang hukum hutang-piutang, semoga menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi kita semua. *โPENGACARA MUSLIMโ* Head Office Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 46 A Garuntang, Teluk Betung Selatan,Bandar Lampung Telp 0721 476113 Fax 0721 476113,704471,787806 Branch Office Jl. Monjali Nyi Tjondroloekito No 251, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta Telp 0274 6411320 Fax 0274 6411322 PH/WA 087838902766 Bbm 5439F39 Email lawoffice251 Website Twitter pengacaramuslim Facebook Pengacara Muslim
Sebagai pebisnis, kenali perbedaan dalam 7 hal ini. Berikut perbedaannya sebagaimana dikutip dari OCBC NISP, Minggu (20/6/2021). 1. Beda aktifitas. Secara pengertian, perbedaan hutang dan piutang adalah aktivitasnya. Piutang adalah pihak pemberi hutang atau yang memberikan pinjaman, sedangkan hutang adalah aktivitas pinjaman. 2.
Dasar Hukum Utang Piutang. Hukum hutang piutang dalam islam tim cnn indonesia rabu, 28 apr 2021 0430 wib . selektif dalam memilih customer. Sebenarnya Bagaimana Hukum Fiqih Membeli Barang Secara Kredit Dalam from Pemotongan gaji oleh perusahaan kepada pekerja dengan dasar denda utang adalah tindakan yang bertentangan dengan hukum. buatlah ketentuan dan perjanjian yang jelas. Utang adalah uang yang dipinjam dari orang lain serta meminjamkan kepada orang lain menurut kamus besar bahasa indonesia kbbi. Hukum Islam Tentang Utang Dikategorikan Sebagai Penipuan, Yang Memberikan Utang Pada Orang Lain Pada Utang Dalam Arti Sempit Adalah Suatu Kewajiban Yang Timbul Hanya Dari Dan Piutang Adalah Uang Yang Diambil Oleh Orang Lain Untuk Dipinjamkan Kepada Orang Lain, Dalam Kuh Perdata Hutang Dan Piutang Disebut Akad Kredit Dan Dalam. Hukum Islam Tentang Utang Piutang. Hutang piutang dilakukan antar individu. Hukum hutang piutang merupakan salah satu kategori ranah perdata. Dalam syariat islam, berutang pada dasarnya diperbolehkan. Dapat Dikategorikan Sebagai Penipuan, Sebagaimana. Dasar hukum hutang piutang hukum hutang piutang pada dasarnya diperbolehkan dalam syariโat islam. pengelolaan hutang dan piutang. Pengertian utang pada dasarnya dapat diartikan secara luas maupun secara sempit. Orang Yang Memberikan Utang Pada Orang Lain Pada Hakikatnya. Tetapi terdapat dua cara penyelesaian yaitu menyelesaikannya melalui pihak berwajib. Pembicaraan soal utang piutang di kehidupan nyata sangat. Nah sobat kh, itulah penjelasan mengenai cara penyelesaian kasus utang piutang. Pengertian Utang Dalam Arti Sempit Adalah Suatu Kewajiban Yang Timbul Hanya Dari Adanya. Jadi, selama perjanjian utang piutang tersebut memenuhi 4 empat syarat di atas, maka walaupun tidak dalam bentuk tertulis, perjanjian utang piutang. Dari sekian banyak amaliyah yang diatur, salah satunya adalah mengenai hukum utang piutang dalam islam. Pasal 6 huruf 1 uu no. Utang Dan Piutang Adalah Uang Yang Diambil Oleh Orang Lain Untuk Dipinjamkan Kepada Orang Lain, Dalam Kuh Perdata Hutang Dan Piutang Disebut Akad Kredit Dan Dalam. Adapun dasar hukum anjak piutang adalah Indonesia merupakan negara dengan masyarakat mayoritas beragama islam. 7 tahun 1992 tentang perbankan.
membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagangannya tersebut. Pembiayaan ini sering diberikan kepada supplier atau agen-agen perdagangan yang akan membeli barang dalam jumlah besar. c. Dilihat dari Segi Jangka Waktu 1) Pembiayaan jangka pendek
Biaya Konsultasi Hukum Online 2023 29 December 2022 Konsultasi, Hukum Hutang Piutang Barang Dagangan menyediakan layanan konsultasi hukum online, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain guna kepentingan hukum klien di dalam maupun di luar pengadilan. Fokus praktek kami Penanganan Kasus Pidana, Perdata dan Tata Usaha Negara. Sejak... Selengkapnya
1Pengertian Jual Beli. Jual beli menurut pengertian lughawinya adalah saling menukar (menukarkan). Dan kata Al-Bai' (jual) dan Asy-Syiraa (beli), dua kata ini masing-masing mempunyai makna dua yang sau sama lain bertolak belakang. Menurut pengertian syariat, jual beli ialah pertukaran harta atas dasar saling rela.
Syarkhul Islam Abi Zakaria al-Ansari memberi penjelasan bahwa rukun utang piutang itu sama dengan jual beli yaitu 1. โAqid yaitu yang berutang dan yang berpiutang. 2. Maโqud alayh yaitu barang yang diutangkan. 3. Shigat yaitu ijab qabul, bentuk persetujuan antara kedua belah 13 Institut Bankir Indonesia, Bank Syariah Konsep, Produk, dan Implementasi Operasional, Jakarta Djambatan, 2001, h. 723 14 M. Amin Qurdhi, Tanwirul Kutub, Beirut Darul Fikri, 1994, h. 255 15 Gufron A. Masโadi, Fiqh Muamalah Kontekstual, Ed 1, Jakarta PT. Raja Grafindo Persada, 2002 h. 173 Pada dasarnya hutang piutang dikatakan sah apabila memenuhi syarat dan rukunnya yang telah ditentukan oleh Syariat Islam. Rukun adalah unsur esensial dari sesuatu, sedang syarat adalah prasyarat dari sesuatu. 1. Aqid, yaitu yang terdiri dari kreditur dan debitur subyek dalam hutang piutang. 2. Ma`qud Alaihi, yaitu yang dijadikan obyek dalam hutang piutang. 3. Sighat akad, yaitu terdiri dari ijab dan Adapun yang menjadi syarat dalam hutang-piutang adalah sebagai berikut 1. Aqid Aqid adalah orang yang melakukan akad, keberadaannya sangat penting sebab tidak dapat dikatakan sebagai akad jika tidak ada aqid. Begitu pula tidak akan terjadi ijab dan qabul tanpa adanya aqid. Dengan demikian yang terlibat hutang piutang disini tidak lain kecuali debitur dan kreditur, hal ini dapat dilihat 16 pada waktu transaksi hutang piutang dilaksanakan pada saat ijab dan qabul barulah terwujud dengan adanya aqid atau orang yang bersangkutan. Oleh karena itu perjanjian hutang piutang hanya dipandang sah apabila dilaksanakan oleh orang-orang yang membelanjakan hak miliknya dengan syarat baligh dan berakal Oleh karena itu, untuk menghindari penipuan dan sebagainya, maka, anak kecil yang belum bisa membedakan yang baik dan buruk dan orang gila tidak dibenarkan melakukan akad tanpa kontrol dari Orang yang berutang dan yang berpiutang boleh dikatan sebagai subyek hukum. Sebab yang menjalankan kegiatan hutang piutang adalah orang yang berutang dan orang yang berpiutang. Untuk itu diperlukan orang yang 17 Rachmat Syafei, Fiqih Muamalah, Bandung Pustaka Setia, 2001, h. 53 18 Gemala Dewi, Aspek-Aspek Hukum dalam Perbankan dan Perasuransian Syariah di Indonesia, Jakarta Kencana, 2004, h. 16 mempunyai kecakapan untuk melakukan perbuatan hukum. 2. Ma`qud Alaihi Ma`qud alaihi adalah merupakan obyek atau barang yang dihutangkan oleh sebab itu dalam hutang piutang harus ada barang yang menjadi sasaran dalam hutang piutang. Barang tersebut dapat berbentuk harta benda, seperti barang dagangan, benda bukan harta, seperti dalam akad pernikahan, dan dapat pula berbentuk suatu kemanfaatan, seperti dalam masalah upah-mengupah, dan Agar hutang piutang menjadi sah maka barang yang dijadikan obyek dalam hutang piutang harus memenuhi beberapa syarat yaitu; a. Merupakan benda yang harus ada ketika akad. b. Harus sesuai ketentuan syaraโ c. Dapat diserahkan waktu akad kepada pihak yang berhutang 19 d. Benda tersebut harus diketahui oleh kedua pihak yang Ulama fiqih sepakat bahwa qarad harus dibayar di tempat terjadinya akad secara sempurna. Akan tetapi boleh melakukan pembayaran ditempat lain, apabila tidak ada keharusan untuk membawanya atau memindahkan-nya, tidak ada halangan. Sebalikmemindahkan-nya, jika terdapat halangan apabila membayar di tempat lain, muqrid tidak perlu 3. Shighat Akad Yang dimaksud dengan sighat adalah dengan cara bagaimana ijab dan qabul yang merupakan rukun-rukun akad Ijab adalah pernyataan pihak pertama mengenai isi perikatan yang diinginkan, sedangkan qabul adalah pernyataan pihak kedua untuk Misalnya; 20 Ibid, h. 60. 21 Ibid, h. 156. 22 Ahmad Azhar Basyir, Asas-Asas Hukum Muamalah, Yogyakarta UII Press, 2000, h. 68. dalam akad hutang piutang pihak pertama menyatakan โAku pinjam uang mu sebanyak sekian rupiahโ dan pihak kedua menjawab โAku pinjamkan kepadamu uang sekian rupiahโ. Oleh karena itu kata ijab qabul harus dapat dipahami atau menghantarkan kedua belah pihak untuk mencapai apa yang mereka kehendaki. Ijab qabul itu diadakan dengan maksud untuk menunjukkan adanya unsur timbal balik terhadap perkataan yang dilakukan oleh kedua belah pihak yang Sighat akad dapat dilakukan dengan cara lisan, tulisan atau isyarat yang memberi pengertian dengan jelas adanya ijab qabul. Ijab qabul juga dapat berupa perbuatan yang telah menjadi Dengan demikian ada beberapa cara melakukan ijab qabul a. Dengan cara lisan, para pihak mengungkapkan kehendaknya dalam bentuk perkataan secara jelas. 24 Ahmad Azhar Basyir, op cit, h. 66 Dalam hal ini akan sangat jelas bentuk ijab dan qabul yang dilakukan oleh para pihak. b. Dengan cara tulisan, adakalanya, suatu perikatan dilakukan dengan cara tertulis. Hal ini dapat dilakukan oleh para pihak yang tidak dapat bertemu langsung dalam melakukan perikatan, atau untuk perikatan-perikatan yang sifatnya lebih sulit, seperti perikatan yang dilakukan oleh suatu badan hukum, akan ditemui kesulitan apabila suatu badan hukum melakukan perikatan tidak dalam bentuk tertulis, karena diperlukan alat bukti dan tanggung jawab terhadap orang-orang yang bergabung dalam badan c. Sighat akad dengan cara isyarat, apabila seseorang tidak mungkin menyatakan ijab dan qabul dengan perkataan karena bisu, maka dapat terjadi dengan isyarat. Namun, dengan isyarat itupun tidak dapat menulis sebab keinginan seseorang yang dinyatakan 26 Gemala Dewi, op cit, h. 64 dengan tulisan lebih dapat meyakinkan dari pada dinyatakan dengan isyarat. Maka, apabila seseorang bisu yang dapat menulis mengadakan akad dengan isyarat, akadnya dipandang tidak d. Cara Perbuatan, seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat, kini perikatan dapat dilakukan dengan perbuatan saja tanpa secara lisan, tertulis, ataupun isyarat. Hal ini dapat disebut dengan taโathi atau muโathah saling, memberi dan menerima adanya perbuatan memberi dan menerima dari para pihak yang saling memahami perbuatan perikatan tersebut dan segala akibat Agar terhindar dari kesalahpahaman atau salah pengertian yang dapat mengakibatkan perselisihan diantara mereka maka dari itu dalam sighat akad juga diperlukan tiga persyaratan pokok yaitu 27 Ahmad Azhar Basyir, op cit, h. 69-70 1. Harus terang pengertiannya 2. Antara ijab dan qabul harus bersesuaian 3. Harus menggambarkan kesungguhan kemauan dari pihak-pihak yang Di samping itu dalam hutang piutang dapat diadakan syarat yang tidak bertentangan dengan hukum Islam selama tidak memberatkan pihak-pihak yang bersangkutan. Misalnya, seseorang yang berhutang uang dengan syarat dibayarkan kembali berupa cincin seharga hutang tersebut. Maka syarat-syarat tersebut harus dipenuhi oleh masing-masing pihak, karena persyaratan tersebut tidak bertentangan dengan hukum Islam. Sebagaimana dalam ketentuan hadits Nabi SAW, dari Amr bin Auf Al Musani, bahwa Nabi SAW bersabda;30 ูู
ูููุทูููุฑูุด ููููุน ูููููู
ูููุณูู
ููุง ุฏูุงุฏ ูุจุง ู ุงูุฑ ู ูุฏุญู
ุงู ูุฐู
ุชุฑูุง ููุทูุฑุงุฏูุงู Artinya โUmat Islam terikat oleh syarat-syarat yang mereka adakanโ HR. Abu Daud, Ahmad, Tirmidzi dan Daruqtni 29 TM, Hasbi Ash-Shidiqiey, Pengantar Fiqh Muamalah, Jakarta Pustaka Rizki, 2001, h. 29 30 Al Imam Muhammad bin Ismail al Amir al Yamani, Subulus Salam, Beirut Dar al Kitab al Imany, 2000, h. 59 Di samping ketentuan-ketentuan tersebut di atas, agar hutang-piutang tetap bernilai sebagai ibadah maka dalam memberikan hutang dilarang adanya hal-hal yang bersifat memberatkan bagi pihak yang membutuhkan pertolongan. Adapun larangan-larangan dalam hutang piutang yang harus dijaga adalah; 1. Perjanjian bunga tertentu sebagai perimbangan jangka waktu 2. Memberikan pinjaman dalam bentuk apapun kepada seseorang yang telah diketahui bahwa pinjaman tersebut akan digunakan untuk maksiat. 3. Larangan bagi orang yang tidak dalam keadaan darurat, dimana ia tidak mempunyai sesuatu yang bisa diharapkan sebagai pengganti untuk mengembalikan pinjaman 4. Tidak boleh memberikan syarat untuk memberikan tambahan baik berupa materiil ataupun bersifat 31 Sayyid Bakri bin Muhammad Syato Addimyati, op cit, h. 49 D. Hak dan Kewajiban dalam Hutang Piutang
A perusahaan dagang selalu berbadan hukum sedang perusahaan jasa tidak berbadan hukum A. Piutang B. Hutang usaha C. Beban Gaji D. Persediaan Barang dagang D. 12 Mei 2020 dijual barang dagangan kepada Toko Aneka Rp4.000.000,00 dengan syarat pembayaran 1/15, n/30 No Faktur A.001
Ilustrasi piutang atau accounts receivable. Foto PiutangIlustrasi pengertian piutang. Foto Perjanjian Utang PiutangIlustrasi menyusun surat perjanjian utang piutang. Foto PERJANJIAN UTANG PIUTANG judulPada hari ini Rabu tanggal 16 September 2020 telah disepakati sebuah perjanjian utang piutang antara*PIHAK PERTAMANama Wilda AnggaraUmur 28 tahunAlamat Jalan Rambutan No. 38 Kecamatan KebonsariPekerjaan WiraswastaNomor KTP 13658807xxxxxxx*PIHAK KEDUANama Nadia HidayatUmur 26 tahunAlamat Jalan Mangga No. 39 Kecamatan Jeruk JakartaPekerjaan WiraswastaNomor KTP 14844908xxxxxxxMenyatakan bahwaPIHAK PERTAMA telah menerima uang sebesar Seratus juta rupiah dari PIHAK KEDUA dengan catatan bahwa uang tersebut merupakan utang atau PERTAMA bersedia memberi jaminan yakni sebuah BPKB Mobil yang nilainya dianggap sama dengan nilai uang pinjaman yang diberikan oleh PIHAK PERTAMA akan melakukan pelunasan utang tersebut dalam jangka waktu 10 sepuluh bulan terhitung sejak dilakukannya penandatanganan surat perjanjian KEDUA memiliki hak sepenuhnya atas barang jaminan yang dimaksud, baik untuk milik pribadi maupun dijual kembali ke pihak lain, apabila di kemudian hari PIHAK PERTAMA tidak dapat melunasi utang sesuai waktu yang telah terjadi hal-hal yang belum diatur di dalam surat perjanjian ini atau terjadi perbedaan penafsiran baik sebagian maupun seluruhnya, PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk menyelesaikannya secara penyelesaian secara musyawarah tidak dapat tercapai, penyelesaian akan dilakukan melalui jalur hukum yang berlaku di perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh para pihak secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun pada waktu dan tempat yang tercantum dalam surat Surat Perjanjian Utang Piutang ini dibuat bersama di hadapan para saksi untuk dijadikan pedoman hukum para PERTAMA PIHAK KEDUAMaterai Materai Anggara Nadia HidayatSAKSI-SAKSIWahyu Husain BaidahWelly Iskandar HusnaFatimah LubisKartu Piutang. Sumber Modul Mengelola Kartu Piutang yang disusun oleh Dian Anita Nuswantara dan Utang PiutangโDan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu pada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.โ Al-Maidah2.Ilustrasi hukum utang piutang dalam Islam. Foto yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.โ HR. Bukhari.Perbedaan Utang dan PiutangIlustrasi perbedaan utang dan piutang. Foto PiutangIlustrasi manajemen piutang. Foto Membuat Kartu PiutangIlustrasi cara membuat kartu piutang. Foto
cshRj. klys2b5z4m.pages.dev/636klys2b5z4m.pages.dev/37klys2b5z4m.pages.dev/373klys2b5z4m.pages.dev/722klys2b5z4m.pages.dev/326klys2b5z4m.pages.dev/942klys2b5z4m.pages.dev/882klys2b5z4m.pages.dev/387
hukum hutang piutang barang dagangan